Laman

Jumat, 17 Agustus 2012

Idealisme

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Ilmu filsafat sebetulnya banyak aliran atau paham, diantaranya seperti aliran renaisance, rasionalisme, idealisme, empirisme, pragmatisme, existentialisme, dan masih banyak lagi. Antara aliran atau paham yang satu dan yang lainnya ada yang saling bertentangan dan ada pula yang memiliki konsep dasar sama. Akan tetapi meskipun bertentangan, bukanlah untuk saling dipertentangkan. Justru dengan banyaknya aliran atau paham yang sudah diperkenalkan oleh tokoh-tokoh filsafat, kita dapat memilih cara yang pas dengan persoalan yang sedang kita hadapi. Antara aliran atau paham yang satu dengan yang lainnya dapat saling mendukung. Seperti penyelesaian masalah yang sederhana misalnya, kita bisa menggunakan logika klasik, untuk menggali ilmu-ilmu yang ada di alam, kita dapat menggunakan cara empirisme, untuk membantu pemahaman bisa menggunakan paham rasionalisme, dan untuk persoalan yang kompleks kita dapat menggunakan teorinya idealisme (dialektika).
C. Rumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini penulis mencoba mengidentifikasikan beberapa pertanyaan yang akan dijadikan sebagai bahan dalam penyusunan dan penyelesaian makalah. Diantaranya yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan idealisme?
2. Ada berapakah bagian idealisme itu ?
D. Tujuan Masalah
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini selain untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Ilmu sosial dasar, tapi juga bertujuan diantaranya untuk :
1. Untuk mengetahui pengertian idealisme
2. Untuk mengetahui bagian dari idealisme itu


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Idealisme
Idealisme dalam filsafat dikatakan bahwa realitas itu terdiri dari ide-ide pikiran, jiwa, dan bukan benda material atau tenaga. Jiwa adalah riil dan materi adalah produk sampingan. Alam tidak dapat berdiri sendiri. Kesatuan organik dari alam ditekankan. Manusia harus hidup dalam keharmonisan dengan alam. Alam mempunyai arti dan maksud. Atau dengan kata lain, idealisme adalah aliran filsafat yang menekankan “idea” (dunia roh) sebagai objek pengertian dan sumber pengetahuan. Idealisme berpandangan bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia tidaklah selalu harus berkaitan dengan hal-hal yang bersifat lahiriah, tetapi harus berdasarkan prinsip kerohanian (idea). Oleh sebab itu, idealisme sangat mementingkan perasaan dan fantasi manusia sebagai sumber pengetahuan.
Tegasnya, idealisme adalah aliran ilmu filsafat yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dicamkan dan dipahami.

B. Bagian-bagian Idealisme
Menurut Ahmad Agung yang dikutip dari bukunya Juhaya S. Pradja (1987 : 38) ada beberapa jenis idealisme, diantaranya :

1)      Idealisme subjektif atau juga disebut immaterialisme, mentalisme, dan fenomenalisme. Seorang idealis subjektif akan mengatakan bahwa akal, jiwa, dan persepsi-persepsinya atau ide-idenya merupakan segala yang ada. Objek pengalaman bukanlah benda material; objek pengalaman adalah persepsi. Oleh karena itu benda-benda seperti bangunan dan pepohonan itu ada, tetapi hanya ada dalam akal yang mempersepsikannya.
2)      Idealisme subyektif adalah filsafat yang berpandangan idealis dan bertitik tolak pada ide manusia atau ide sendiri. Alam dan masyarakat ini tercipta dari ide manusia. Segala sesuatu yang timbul dan terjadi di alam atau di masyarakat adalah hasil atau karena ciptaan ide manusia atau idenya sendiri, atau dengan kata lain alam dan masyarakat hanyalah sebuah ide/fikiran dari dirinya sendiri atau ide manusia.



























BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan, sebagai berikut :
1. Idealisme adalah aliran filsafat yang menekankan “idea” (dunia roh) sebagai objek pengertian dan sumber pengetahuan. Idealisme berpandangan bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia tidaklah selalu harus berkaitan dengan hal-hal yang bersifat lahiriah, tetapi harus berdasarkan prinsip kerohanian (idea). Oleh sebab itu, idealisme sangat mementingkan perasaan dan fantasi manusia sebagai sumber. Atau idealisme adalah aliran ilmu filsafat yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dicamkan dan dipahami.
2. Bagian-bagian Idealisme adalah Idealisme subjektif, Idealisme objektif, dan Idealisme individual

B. Saran
Kemapuan manusia untuk bernalar dan membakukan penalaran tidak tak terbatas. Oleh karenanya manusia selain membutuhkan manusia lainnya tetapi juga selalu membutuhkan yang selain manusia. Jadi, jika suatu saat kita ragu untuk memutuskan suatu perkara atau kesulitan dalam menghadapi sebuah persoalan, kita dapat meminta tolong kepada yang memilki kemampuan tak terbatas.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu diminta pertanggungjawabannya”. (Qu’ran Surat 17 : 36






DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Agung, 2007 Diktat Filsafat Umum, Institut Agama Islam Darussalam, Ciamis,
Abidin, Zainal, 2001 Filsafat Manusia, Rosdakarya, Bandung
Juhaya S. Pradja,1987 filsafat ilmu tentang idealisme Kanisius, Yogyakarta.
Suseno, Frans Magnis, 1992 Filsafat Sebagai Ilmu Kritis, Kanisius, Yogyakarta.
Sugiharto, I. Bambang, 1996 Postmodernisme Tantangan bagi Filsafat Kanisius,Yogyakarta






















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar