Halaman

Jumat, 17 Agustus 2012

Perilaku Perusahaan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan zaman semakin pesat ditandai perkembangan teknologi yang semakin maju ini membutuhkan support dari berbagai industri untuk mendukung perkembangannya.
Manusia adalah makhluk sosial, maka manusia tidak akan lepas dari organisasi, oleh karena itu dalam kehidupannya manusia selalu tergabung dalam suatu organisasi. Organisasi merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Manusia merupakan pendukung utama sebagai penggerak berjalannya organisasi. Organisasi sangat dipengaruhi oleh setiap perilaku individu yang ada didalamnya. Individu-individu tersebut mempunyai perilaku dan karakteristik yang berbeda-beda.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pegertian perilaku ?
2.      Pengertian perusahaan ?
3.      Pengertian organnisasi ?
4.      Pengertian Industri ?
5.      Bagaimana sikap perilaku perusahaan ?
6.      Bagaimana system managemen organisasi industri ?
C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian perilaku !
2.      Untuk mengetahui perusahaan
3.      Untuk mengetahui pengertian organnisasi !
4.      Untuk mengetahui pengertian Industri !
5.      Untuk mengetahui sikap perilaku perusahaan!
6.      Untuk mengetahui system managemen organisasi industri!


BAB II
PEMBAHASAN
D.    Pengertian
  1. Pengertian perilaku
Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. (Notoatmodjo, 2003).
Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme – Respon.
Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2003) :

Perilaku tertutup (convert behavior)

Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (convert). Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang terjadi pada orang yang menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain.

Perilaku terbuka (overt behavior)

Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek, yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat oleh orang lain.
b.      Pengertian perusahaan
Menurut pendapat Kansil (2001 : 2) definisi atau pengertian perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
Menurut pendapat Swastha dan Sukotjo (2002 : 12) definisi atau pengertian perusahaan adalah adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
Menurut pendapat lain definisi atau pengertian perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor-faktor produksi.
  1. Pengertian industri
Industri berasal dari bahasa latin, yaitu industria yang artinya buruh atau tenaga kerja. Dewasa ini, istilah industri sering digunakan secara umum dan luas, yaitu semua kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mencapai kesejahteraan
Industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.

E.     Sikap perilaku perusahaan
Dalam sebuah perusahaan pun tentunya mencari SDM yang berkualitas tinggi agar perusahaannya dapat berkembang dan memberikan keuntungan yang banyak pada akhirnya. Tugas seorang HRD (Human Resources Development) dalam pemilihan atau me-manajemen Sumber Daya Manusia harus sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh calon pegawai, sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien, serta agar tidak terjadi kesalahan pada nantinya. Dalam suatu perusahaan salah satu hal yang sangat penting adalah manusia, karena dapat dibayangkan apabila suatu perusahaan tanpa adanya manusia, maka perusahaan tentu tidak akan dapat beroperasi, walaupun sekarang ini telah muncul banyak alat dan mesin-mesin yang sangat canggih, tetapi tetap saja bila tanpa adanya manusia yang menggerakkan mesin tersebut, maka mesin yang semula dikatakan sangat canggih sekalipun hanya dapat menjadi sebuah mesin yang tidak berguna. Oleh karena itu perusahaan tidak boleh memperlakukan manusia (pekerja) dengan semaunya dan memperlakukan seperti mesin.

Tenaga-tenaga yang telah diberikan oleh pekerja (manusia) harus dibayar dengan uang, atau yang biasa disebut dengan gaji. Namun agar pekerja lebih semangat lagi dalam melakukan pekerjaannya, maka biasanya perusahaan-perusahaan memberikan balas jasa atau penghargaan yang disebut sebagai kompensasi. Dengan kompensasi, maka pekerja-pekerja diberikan motivasi agar  lebih baik lagi dalam bekerja dan menjadi pekerja yang berkualitas tinggi sesuai dengan tuntutan permintaan perusahaan. Selain kompensasi, untuk memberikan rasa aman dan keselamatan kepada pekerja, maka perusahaan juga memberikan asuransi, mobil jemputan dan beberapa tunjangan-tunjangan lainnya kepada pekerja

F.     Sistem managemen organisasi industri
Dalam suatu industri khususnya industri-besar merupakan suatu komunitas yang perlu diatur kinerjanya agar dapat berjalan dengan baik sehingga sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Contoh suatu industri kimia dengan skala besar  banyaknya peralatan dengan ukuran yang besar, dengan demikian tentunya diperlukan operator yang pengoperasikan peralatan-peralatan tersebut, oleh karenanya diperlukan adanya pengorganisasian yang baik dalam sistem tersebut.
Pengorganisasian dari suatu komunitas tersebut diperlukan system manajemen. Dimana sistem tersebut harus dapat menyatukan elemene lemennya agar dapat berjalan dengan baik. Secara garis besar terdapat enam elemen sistem yang perlu diatur yaitu:
1. Manusia
2. Material
3. Metode
4. Mesin
5. Market
6. Lingkungan
Keenam elemen sistem tersebut (M5L) yang saling mendukung agar dapat tercapai tujuan dari organisasi tersebut, dan harus dapat menyatukan sekumpulan karyawan(manusia) yang bekerja secara continoe pada suatu industri, yang dapat mengubah material agar dapat mempunyai nilai lebih, dengan menggunakan peralatan (mesin) dengan metoda tertentu, dimana jumlah dari produksi material tersebut tergantung dari kebutuhan konsumen atau pasar (market) dan juga harus memperhatikan faktor lingkungan baik secara mikro maupun makro.
Diantara elemen-elemen dalam sistem tersebut, yang mempunyai peran yang cukup besar adalah manusianya, dimana dalam era sekarang ini, manusia merupakan salah satu bagian dari sumber daya, yang selanjutnya disebut dengan sumber daya manusia (sdm). Kolektivitas manusia dalam suatu organisasi mempunyai kemampuan (skill),pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience) yang berbeda.Berdasarkan hal tersebut, organisasi dalam suatu industri (perusahaan)dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: manajemen puncak, manajemen menengah dan manajemen pelaksana.

1. Manajemen puncak
Dalam sistem organisasi, manajemen puncak merupakan manajemen tertinggi, dimana orang-orang yang duduk pada posisi ini mempunyai tugas yang cukup berat karena harus memutuskan hal-hal penting dan mengatur yang menyangkut kelangsungan hidup dan keberhasilan dari organisasi atau perusahaan tersebut.
Orang yang duduk pada manajemen puncak ini biasanya disebut dengan direktur dan juga pemilik modal dalam perusahaan, atau yang tergabung dalam bentuk dewan (dewan direksi, dewan komisaris). Dewan Direksi dapat terdiri dari Direktur Utama, Direktur Keuangan dan Umum serta Direktur Produksi dan Teknik.

2. Manajemen menengah
Manajemen ini terdiri dari pimpinan-pimpinan pabrik (dalam suatu industri, misalnya industri petrokimia, industri pupuk dapat terdiri lebih dari satu pabrik), atau kepala-kepala divisi. Tugas dari bagian ini adalah mengembangkan dan menjalankan rencanarencana yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak

3. Manajemen pelaksana
Pada tingkat ini, terdiri dari personil yang melaksanakan tugas yang telah dikembang oleh manajemen menengah dan bertanggung jawab kepadanya.
Berdasarkan keterangan tersebut, maka semakin tinggi tingkat manajemennya akan diduduki oleh semakin sedikit jumlah personilnya, sebaliknya demikian pula sebaliknya tingkat manajemen pelaksana terdiri dari jumlah personil yang cukup banyak, hal ini digambarkan dalam bentuk piramida dengan kerucut diatas, sebagaimana gambar 1.5. Sebalik untuk tugas dan tanggung jawab,semakin tinggi tingkat manajemen, maka dia mempunyai tugas dan tanggung jawab yang lebih tinggi, hal ini digambarkan dalam bentuk piramida terbalik dengan kerucut dibawah.
gb79
Organisasi dalam bentuk “Line and Staff system” merupakan bentuk yang sering digunakan sebagai organisasi dalam suatu manajemen. Ada dua kelompok orang 1.orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi sistem line and staf ini yaitu :
a. Sebagai garis atau line yaitu orang–orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka mencapai tujuan .
b. Sebagai staff yaitu orang – orang yang melaksanakan tugasnya dengan keahlian yang dimilikinya , dalam hal ini berfungsi untuk memberikan saran – saran kepada unit operasional.
Secara umum, dalam suatu perusahaan atau industri, person (orang) yang bekerja didalamnya terdiri dari:
  1. Pemegang saham sebagai pemilik perusahaan (untuk perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Swasta) dalam pelaksanaan tugas sehari-harinya dibantu oleh Dewan Komisaris, sedangkan tugas untuk menjalankan perusahaan dilaksanakan oleh Direktur Utama dibantu oleh Direktur Teknik dan Direktur Keuangan dan Umum.
  2. Direktur Teknik membawahi bidang teknik dan produksi. Sedangkan Direktur Keuangan dan Umum membidangi kelancaran keuangan perusahaan.
  3. Beberapa Kepala bagian yang berada dibawah direktur-direktur diatas akan bertanggung jawab membawahi bagian dalam perusahaan,sebagai pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.
  4. Masing-masing kepala bagian membawahi beberapa seksi dan masing-masing seksi akan membawahi beberapa karyawan perusahaan pada masing-masing bidangnya.
  5. Karyawan perusahaan akan dibagi dalam beberapa kelompok regu yang setiap kepala regu akan bertanggung jawab kepada pengawas masing-masing seksi.




BAB III
PENUTUP
G.    Kesimpulan
Dalam suatu perusahaan salah satu hal yang sangat penting adalah manusia, karena dapat dibayangkan apabila suatu perusahaan tanpa adanya manusia, maka perusahaan tentu tidak akan dapat beroperasi, walaupun sekarang ini telah muncul banyak alat dan mesin-mesin yang sangat canggih, tetapi tetap saja bila tanpa adanya manusia yang menggerakkan mesin tersebut, maka mesin yang semula dikatakan sangat canggih sekalipun hanya dapat menjadi sebuah mesin yang tidak berguna.
Manusia merupakan salah satu bagian dari sumber daya, yang selanjutnya disebut dengan sumber daya manusia (sdm). Kolektivitas manusia dalam suatu organisasi mempunyai kemampuan (skill), pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience) yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut, organisasi dalam suatu industri (perusahaan).

H.    Saran
Oleh karena itu perusahaan tidak boleh memperlakukan manusia dengan semaunya dan memperlakukan seperti mesin. Tenaga-tenaga yang telah diberikan oleh pekerja harus dibayar dengan uang. Namun agar pekerja lebih semangat lagi dalam melakukan pekerjaannya, maka biasanya perusahaan-perusahaan memberikan balas jasa atau penghargaan yang disebut sebagai kompensasi. Dengan kompensasi, maka pekerja-pekerja diberikan motivasi agar  lebih baik lagi dalam bekerja dan menjadi pekerja yang berkualitas tinggi sesuai dengan tuntutan permintaan perusahaan. Selain kompensasi, untuk memberikan rasa aman dan keselamatan kepada pekerja, maka perusahaan juga memberikan asuransi, mobil jemputan dan beberapa tunjangan-tunjangan lainnya kepada pekerja



Daftar Pustaka

Robert N.Anthony Vijay Govindarajan. Management Control System, penerbit Salemba Empat, 2005.
Anthony, Robert N. The Management Control Function. Boston: Harvard Business School Press, 1989.
Kaplan, Robert, dan David Norton. Balanced Scorecard. Boston: Harvard Business School Press, 1996.





Perkembangan anak didik

BAB I
PENDAHULUAN *

1.1. Latar Belakang Masalah
Masa remaja merupakan peralihan dari anak-anak menuju dewasa, baik secara jasmani maupun rohani. Masa akil balig ini umumnya pada anak perempuan usia 11-12 tahun, sedangkan pada anak laki-laki usia 13-14 tahun.
Masa ini disebut juga sebagai pubertas yakni masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Pada masa pubertas terjadi perubahan yang sangat mencolok dan membutuhkan penyesuaian diri terhadap tuntutan sosial,
Seperti yang telah dialami oleh seorang siswa dan siswi Madrasah Hidayatul Ulum Pragaan Daya Sumenep, Khairul Haqiqi siswa Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Ulum, lahir di sumenep 19 Oktober 1998. Desa Batuampar Pragaan Daya Putra dari pasangan Subki dan Maisaroh, dari perkembangan dan pertumbuhannya  sangat mencolok sekali karena dia mampu menjalin solidaritas istimewa terhadap masyrakat terpencil, berbeda dengan siswi Madrasah Tsanawiyah Hidaytul Ulum Pragaan Sumenep, Ni’matussa’adah lahir di Sumenep 11 Agustus 1999. Desa Batuampar Pragaan Daya Sumenep, putri dari pasangan Moh. Thaha dan Hayati. Dari perkembangannya dia bisa berkomunikasi dengan baik dan juga dia mampu berbahasa internasional (English language)







BAB II
PEMBAHASAN

1.2. Pengaruh perkembangan dan pertumbuhan
Perkembangan adalah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi organ-organ jasmaniah dan bukan pada organ jasmani tersebut sehinggga penekanan arti perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang termanifestasi pada kemampuan organ fisiologis. Proses perkembangan akan berlangsung sepanjang kehidupan manusia,
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan yang bersifat kuantitatif yang mengacu pada jumlah, besar serta luas yang bersifat konkret yang biasanya menyangkut ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses kematangan fungsi-fungi fisik yang berlangsung secara normal dalam perjalanan waktu tertentu.
Aspek-aspek perkembangan dan pertumbuhan individu adalah:
1.2.1.      Pertumbuhan fisik
-          Pertumbuhan sebelum lahir (masa konsepsi) Khairul Haqiqi pada waktu masa kandungan umur 4 bulan di adakan do’a (Tasyakkuran) dan juga ketika umur 7 bulan diadakan syukuran. Sedangkan Ni’matussaa’adah pada masa Kandungan umur 7 bulan diadakan do’a dan tasyakkuran.
-          Pertumbuhan setelah lahir, Khairul Haqiqi berat badan 4 kilo dan biasa setiap bulan diadakan tasyakkuan (ulang tahun), sedangkan Ni’matussa’adah berat badan 3 kilo, dan hanya diadakan syukuran ketika pemotongan rambut dan pemberian nama sekaligus aqiqah.
1.2.2.      Intelek
-          Khairul Haqiqi, dalam Kemampuan inlelegensinya dia tidak bisa mengadaptasi dalam lingkungan keluarga, sedangkan Ni’matussaadah Dia lebih mengadaptasikan dalam lingkungan keluarga nya dan bisa memahami lingkungan yang ada.
1.2.3.      Emosi
Kesayangan Khairul Haqiqi terhadap keluarga tidak ada sama sekali, dan sibuk dengan sendirinya, dia suka marah egois dan lainnya. Sedanngkan Ni’matussa’adah dia ramah tamah, tidak suka marah, dan penuh kasih sayng terhadap keluargannya.
1.2.4.      Sosial
Khairul Haqiqi dia dalam bersosialisasi selalu dalam melakukan ketidak sopanan dalam berinteraksi masyarakat, tetapi Ni’matussa’adah dia dalam bersosialisasi sopan dan beradaptasi dalam lingkungan yang baik.
1.2.5.      Bahasa
Khairul Haqiqi dalam berbahasa dia tidak bisa berbahasa yang baik, sedangkan Ni’matussa’adah berbahasa yang baik sesuai dengan lingkungan adat yang ada,
1.2.6.      Bakat Khusus
Bakat Khusus yang dimiliki oleh Khairul Haqiqi dia mahir dalam bekerja yang berat-berat, sedangkan Ni’matussa’adah dia Mahir dalam berkomunikasi dan memimpin didalam kelasnya.
1.2.7.      Sikap, Nilai, dan Moral
Sikap khairul Haqiqi dalam kesehariannya dia selalu membuat ketidak nyamanan dalam keluarga sering tengkar, marah, sehingga lingkungan menilai bahwa dia amoral, Sedangkan Ni’matussaadah sikap yang dimilkinya dalam pergaulan setiap hari-harinya, beraakhlaq yang baik sopan santun dalam berbicara, lemah lembut dalam berbicara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembamngan adalah
-          Kecerdasan, Khairul Haqiqi dia tidak bisa menciptakan apa-apa dan selalu tidak masuk sekolah sehingga dia merasa jauh kecerdasannya di banding dengan teman sekelasnya, sedangakan Ni’matussaadah, dia bisa membuat sajak-sajak puisi, bernyanyi, dan bisa berbahasa english
-          Temperamen, dalam pengertian gampangnya adalah karakter atau gaya atau ciri khas seseorang, seperti halnya kedua anak Mts ini Ni’matussa’adh bisa menyelasikan maslah dalam kehidupan, dan Khairul Haqiqi tidak bisa menyelasikan masalah dalam keluarganya.
-          Bakat khusus kinestetik atau psikomotorik, Khairul Haqiqi bisa bermain bola, tennis, dan Ni’matussa’adah bisa mengoprasikan komputer dan bisa bertataboga dan keterampilan lainnya. 
1.3. Perkembangan sebagai proses holistik dari aspek biologis, kognitif sosial dan psikososial.
Sesuai dengan konsep anak sebagai suatu totalitas atau sebagai individu perkembangan juga merupakan suatu proses yang sifatnya holistik (menyeluruh). Artinya, perkembangan itu terjadi tidak hanya dalam aspek tertentu, melainkan melibatkan keseluruhan aspek yang saling terjalin (interwoven) satu sama lain.
Pola gerakan perkembangan itu kompleks karena merupakan hasil (produk) dari beberapa proses.
1.3.1.      Proses Biologis
Proses ini meliputi perubahan perubahan fisik individu.
Pencerminan peranan proses biologis dalam perkembangan terdiri dari:
Ø  Gen yang diwarisi dari orang tua.
Ø  Perkembangan otak.
Ø  Penambahan tinggi badan.
Ø  Keterampilan motorik
Ø  Perubahan-perubahan hormon pada masa puber
1.3.2.      Proses Kognitif
Proses ini meliputi perubahan-perubahan yang terjadi pada individu mengenai pemikiran, kecerdasan dan bahasa.
Pencerminan peranan proses kognitif ini dalam perkembangan anak antara lain sebagai berikut:
Ø  Mengamati gerakan mainan bayi yang digantung.
Ø  Menghubungkan dua kata menjadi kalimat.
Ø  Menghafal puisi, sajak, dan do’a
Ø  Memecahkan soal matematika.
Perbedaan antara perkembangan kognitif dengan perubahan dalam arti belajar.
-          Perkembangan kognitif mengacu kepada perubahan-perubahan penting dalam pola dan kemampuan berfikir serta kemahiran berbahasa.
-          Belajar cenderung lebih terbatas pada pada perubahan-perubahan sebagai hasil dari pengalaman atau peristiwa yang relatif spesifik.
Perkembangan kognitif anak akan memfasilitasi kemampuan belajar anak, dan sebaliknya.
1.3.3.      Proses sosial / psikososial
Proses ini meliputi perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan individu dengan orang lain, perubahan-perubahan dalam emosi, perubahan-perubahan dalam kepribadian serta perubahan-perubahan dalam perasaan.
Pencerminan peranan proses sosial dalam perkembangan anak adalah sebagai berikut:
Ø  Perkembangan identitas diri dari krisis-krisis yang menyertainya serta perkembangan cara hubungan dengan anggota keluarga, teman sebaya, guru, dan yang lainnya.
Ø  Senyuman bayi sebagai respon terhadap sentuhan ibunya.
Ø  Sikap agresif anak laki-laki terhadap teman mainnya.
Ø  Kewaspadaan seorang gadis terhadap lingkungannya.
Perubahan pada perkembangan merupakan produk dari proses-proses biologis, kognitif, dan sosial. Proses itu terjadi pada perkembangan manusia yang berlangsung pada keseluruhan siklus hidupnya dan inilah yang disebut sebagai proses holistik.
1.4.       Bidang-bidang perbedaan individual.
Makna “perbedaan” dan “perbedaan individual” menurut Lindgren (1980) menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis.
Jenis perbedaan lainnya meliputi
1.4.1.      Perbedaan kognitif
Khairul Haqiqi dalam kemampuan kognitifnya kurang mampu daya serap terhadap ilmu pengetahuan dan ilmu technologi.
Ni’matussa’adah lebih mampu dalam pengamatan keseharian dan bisa menyerap ilmu pengetahuan dan ilmu technologi
1.4.2.      Perbedaan kecakapan bahasa
Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupan. Sehingga dari kedua anak tersebut sangat berbeda sekali dalam berkomunikasi, Khairul Haqiqi kurang fasih dalam berbahasa dan berkomunikasi terhadap teman dan gurunya, sedangkan Ni’matussa’adah bisa berkomunikasi dengan dengan baik.
1.4.3.      Perbedaan Fisik
            Secara garis besar Khairul Haqiqi lebih tinggi dan dewasa walaupun umur lebih muda dari Ni’matussa’adah, Sedangkan Ni’matussa’adah dia lebih pendek walaupun umurnya lebih tua.
1.5.       Karakteristik perkembangan intelek remaja dan tingkah lakunya
            Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang memperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Sementara karakteristik yang dipengaruhi lingkungan adalah karakteristik yang banyak dipengaruhi dengan keadaan masyarakat sekitar atau faktor-faktor eksternal dirinya.
            Karakter dari siswa Khairul Haqiqi egois, suka marah dan mudah menyerah dalam menghadapi tantangan, dan kelakuannya stiap harinya jalan jalan tanpa tjuan yang jelas dan tidak memperdulikan ilmu pengetahuannay. Sedangkan Ni’matussa’adah dia lebih ramah, komunikatif dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan apapun. Kelakuannya setiap hari-harinya selalu berkaiatan dengan ilmu pengetahuannya.


1.6.       Jenis jenis bakat husus.
            Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya. Potensi yang dimiliki individu ada yang bersifat umum dan ada yang khusus. Intelegensi termasuk kemampuan umum, sedangkan kemampuan khusus mengacu kepada bakat yang dimiliki individu yang biasanya disebut dengan bakat khusus. Bakat khusus (talent) adalah kemampuan bawaan berupa potensi khusus dan jika memperoleh kesempatan berkembang yang baik, akan muncul sebagai kemampuan khusus dalam bidang tertentu sesuai potensinya. Individu yang memiliki bakat khusus dibidang matematika misalnya, apabila memperolah kesempatan untuk mengembangkan secara optimal da disertai motivasi yang tinggi akan memiliki kemampuan khusus dan prestasi yang menonjol dalam bidang matematika. Conny semiawan dan Utami Munandar (1987) mengklasifikasikan jenis-jenis bakat khusus, baik yang masih berupa potensi maupun yang sudah terwujud menjadi lima bidang, yaitu:

1.6.1.      Bakat akademik khusus misalnya bakat untuk bekerja dalam angka-angka (numeric), logika bahasa, dan sejenisnya
1.6.2.      Bakat khusus dalam bidang kreatif-produktif artinya bakat dalam menciptakan sesuatu yang baru misalnya menghasilkan rancangan arsitektur baru, menciptakan teknologi terbaru dan lainnya. Bakat dalam bidang seni, misalnya mampu mengarang music
1.6.3.      Bakat khusus kinestetik atau psikomotorik, misalnya bakat dalam bidang sepak bola.
1.6.4.      Bakat khusus dalam bidang sosial misalnya sangat mahir melakukan negoisasi, mahir berkomunikasi dan sangat dalam kepemimipinan.
1.7.       Perkembangan emosi, nilai, moral, dan sikap
Khusus mengenai perubahan nilai moral dan sikap pada masa remaja ada tiga tahap, hal ini dari hasil penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan oleh kohlberg, yang disebut dengan teori perkembangan kognitif, sebagai berikut:

Tingkat 1 (pra-konvensional)
1.7.1.                  Oreintasi kepatuhan dan hukuman
1.7.2.                  Oreintasi minat pribadi
Tingkat 2 (konvensional)
1.      Oreintasi keserasian interpersonal dan konfortunitas (sikap anak baik)
2.      Oreintasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial (moralitas hukum dan aturan)
Tingkat 3 (pasca-konvensional)
1.      Oreintasi kontrak sosial
2.      Prinsip etika universal (prinsipled conscience)
1.8.       Perkembangan kehidupan pendidikan  dan kareir.
Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman proses belajar yang dihayati sepanjang hidupnya, baik melalui jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. Khairul Haqiqi adalah siswa Madrasah Hidayatul Ulum yang setiap hari-harinya belajar dan biasa bekerja setiap pulang sekolah, karena dia mengira bahwa bekerja sambil sekolah lebih enak dan menyenangkan. Sedangkan statment dari siswi Madrasah Hidaytul Ulum, Ni’matussa’adah sekolah lebih konsisten sekolah karena sekolah sambil bekerja kurang maksimal.
1.9.       Tugas  Perkembangan Remaja Berkenaan dengan Kehidupan Keluarga.
Perubahan Perilaku Menurut Buegess dan Huston
1.9.1        Mereka lebih sering berhubungan dalam periode waktu agak lama
1.9.2.      Mereka mencapai pendekatan bila terpisah dan ada peningkatan hubungan ketika bertemu
1.9.3.      Mereka terbuka satu sama lain tentang perasaan yang mereka rahasiakan dan secara fisik menunjukkan keakraban.
1.9.4.      Mereka menjadi terbiasa dan saling berbagi perasaan suka dan duka.
1.9.5.      Mengambil sistem sendiri
Tetapi menurut objek yang saya teliti dari kedua anak remaja
1.9.6.      Khairul haqiqi sering berhubungan dengan dalam waktu yang lama tetapi dia berhubungan dengan orang lain desa. Sedangkan Ni’matussa’adah dia tidak sering berhubungan dengan waktu yang lama paling sedikit 1 jam berhubungan dengan orang lain.
1.9.7.      Khairul Haqiqi lebih terbuka satu sama lain dan secara fisik menunjukkan keakraban. Juga dengan Ni’matussa’adah dia terbuka satu sama lain tetapi dia sedikit mampunyai rasa peisimis
1.9.8.      Khairul Haqiqi menggunakan sistem bahasa sendiri, berbeda dengan Ni’matussa’adah, Dia lebih menggunakan sistem bahasa yang benar dan baku dan bahasa ejaan yang disempurnakan   




















BAB III
PENUTUP
1.10.  Kesimpulan
Dari keterangan diatas dapat saya simpulkan bahwa, perbedaan dari kedua siswa Madrasah Hidyatul Ulum Bulu Pragaan Daya Sumenep Madura tahun 2012, sangat berbeda baik dari bentuk fisik maupun psikologis,
Ø  Perbedaan kognitif
Khairul Haqiqi dalam kemampuan kognitifnya kurang mampu daya serap terhadap ilmu pengetahuan dan ilmu technologi.
Ni’matussa’adah lebih mampu dalam pengamatan keseharian dan bisa menyerap ilmu pengetahuan dan ilmu technologi
Ø  Perbedaan kecakapan bahasa
Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupan. Sehingga dari kedua anak tersebut sangat berbeda sekali dalam berkomunikasi, Khairul Haqiqi kurang fasih dalam berbahasa dan berkomunikasi terhadap teman dan gurunya, sedangkan Ni’matussa’adah bisa berkomunikasi dengan dengan baik.
Ø  Perbedaan Fisik
            Secara garis besar Khairul Haqiqi lebih tinggi dan dewasa walaupun umur lebih muda dari Ni’matussa’adah, Sedangkan Ni’matussa’adah dia lebih pendek walaupun umurnya lebih tua.









Daftar Pustaka

Sunarto dan hartono,agung. 2008. perkembangan peserta didik. Jakarta: PT. Rineka cipta.
Sumantri, Mulyani dan Syaodih, Nana. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.
Hartina, S., 2008, Perkembangan Peserta Didik, Reflika Aditama, Tegal.
Radhy, M.S., 2007, Perkembangan Peserta Didik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah, Pare-Pare.
Zunun, M.M., 2008, Seminar Psikologi Pendidikan Islam,




*  Ach. Munawir.  Penulis Adalah mahasiswa STIKIP YUNIAM MADURA Fakultas/Jurasan Bahasa   English Semester II 2012